Asal Usul Bangsa Melayu di Indonesia

Ilustrasi Keragaman Indonesia


INDONESIA merupakan sebuah bangsa yang penduduknya terdiri dari berbagai suku atau etnis. Ada suku Jawa, Madura, Sunda, Aceh, dan lain sebagainya. Maka tak mengherankan jika penduduknya Indonesia karakter dan fisiknya beragam. Dr. H. Th. Fischer dalam bukunya Pengantar Antropologi Kebudayaan Indonesia, membagi penduduk Indonesia dalam tiga kelompok utam. Hal ini dilihatnya dari segi fisik dan karakter umur masyarakat Indonesia. Ketiga kelompok tersebut yaitu :

1. Kelompok Negrito dengan ciri-ciri berkulit hitam, rambut keriting, tubuhnya kecil, dan tingginya rata-rata 1,5 m. Profil semacam ini terdapat pada orang-orang Tapito di Indian.

2. Kelompok Weddoid dengan ciri khas rambut berombak tegang, lengkung alis menjorok kedepan, dan kulitnya agak cokelat. Profil semacam ini terdapat pada bangsa Senoi di Malaka, Sakai di Siak, Kubu di Palembang, dan Tomuna di Sulawesi.

3. Kelompok Melayu dengan ciri tubuh lebih tinggi dan ramping, wajahnya bundar, hidung pesek serta berambut hitam. Golongan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Proto melayu dan deuteron Mongoloid. Profil proto-Melayu terdapat pada suku bangsa Mentawai, Toraja, dan Dayak. Kelompok ini disebut juga Melayu Tua. Profil Deuteuro-Melayu terdapat pada suku bangsa sunda, Jawa Minangkabau, Bali dan Makassar. Kelompok ini disebut juga kelompk Melayu Muda.

Asal Usul Bangsa Melayu

Sering muncul sebuah pertanyaan, darimanakah asal usul bangsa Melayu itu? Ada dua pendapat yang berkembang berkaitan dengan asal usul bangsa Melayu tersebut. Masing-masing didukung oleh tokoh beserta teorinya.

1. Bangsa Melayu Berasal dari Utara yaitu Asia Tengah
Ada beberapa ilmuwan yang mengatakan bahwa bangsa Melayu berasal dari daratan Asia bagian tengah. Sekilas akan kita deskripsikan siapa tokoh dan pendapatnya dalam table dibawah ini.

Perpindahna orang melayu dari Asia Tengah dapat dijelaskan dengan merunut latar belakang asal usul orang Negrito, Proto Melayu, dan Deutero-Melayu. Sebelum kedatangan bangsa Melayu, Kepulauan Indonesai dihuni oleh penduduk asli yang disebut sebagai orang Negrito. Mereka hidup kira-kira sejak tahun 8000 SM. Tinggal didalam gua dengan mata pencahariam berburu binatang. ALat yang mereka gunakan terbuat dari batudan zaman ini disbeut sebagai zaman batu pertengahan. Profil ornag ini ditemukan pada bangsa Austronesia yang menajdi cikal bakal orang Negrito, Sakai, danSemai yang hidup pada zaman Paleolit dan Mesolit.

Gelombang pertama kedatangan orang-orang Asia diperkirakan pada tahun 2500SM. Mereka disebut sebagai Proto-Melayu. Peradabannya lebih maju apabila dibandingkan dengan orang negrito Karena mereka telah pandai membuat alat bercocok tanam, barang pecah belah, dan perhiasan. Kelompk ini hiudp berpindah-pindah dan hidup pada zaman neolitik atau zaman batu baru. 
Gelombang kedua terjadi pada tahun 1500 SM terdiri atas orang-orang Deutero Melayu. Mereka telah mengenal kebudayaan logam karena menggunakan alat perburuan dan pertanian yang etrbuat dari besi. Selain itu mereka telah menetap di sebuah tempat, mendirikan kampong, bermasyarakat, dan menganut animism. Mereka hidup pada zaman logam disekitar pantai kepulauan Indonesia. Kedatangan Deutero Melayu ini mendesak Proto MElayu hingga mereka pindah ke pedalaman.

2. Bangsa Melayu Berasal dari Nusantara
Ada beberapa ilmuan yang mendukung teori ini. Diantaranya bisa dilihat pada penjelasan berikut ini.

a. J. Crawfurd

Dia berpendapat: setlah mebuat perbandingan bahasa-bahasa di Sumatera, Jawa, Kalimantan, serta kawasan Polinea, ia berkesimpulan bahwa asal bahasa yanga da dikepulauan Indonesia berasal dari bahasa Jawa di Jawa dan bahasa Melayu di Sumatera. Kedua bahasa itu merupakan induk-induk bahsa di Indonesia. Alasan yang ia kemukakan bahwa bangsa Jawa dan bangsa Melayu telah mencapai peradaban yang tinggi pada abad XIX. Hal ini bias dicapai karena selama berabad-abad kedua bangsa itu telah mempunyai kebudayaan yang maju. Kesimpulannya orang melayu tidak berasal dari mana-mana, tetepai merupakan induk yang menyebar ketempat lain. Bahasa Jawa adalah bahasa yang menjadi induk dari bahsa-bahasa yang lain.

b. Sutan Takdir A.

Bangsa-bangsa yang berkulit cokelat yang hidup di Asia Tenggara seperti Thailand, malasyia, Singapura, Indonesia, Brunei, dan Filipina adalah bangsa Melayu yang bersal dari rumpun bahsa yang satu. Bahkan mereka buka saja sama kulitnya, melainkan bentuk dan anggota badannya sama dan membedakannya dari bangsa Cina di sebelah Timurnya atau abngsa India disebelah baratnya.

c. Gorys Keraf

Dengan teroi leksikostatistik dan teori migrasi ia meneliti asal usul bangsa dan bahasa melayu. KEsimpulannya tanah air dan nenek moyang bangsa Austronesia haruslah daaerah Indonesia dan Filipina yang dahulunya merupakan kesatuan geografis.

d. Pendapat Lain (Umum)

Pada saat es mencair pada zaman kuarter (satu juta tahun hingga 500.000 yang lalu), air menggenangi daratan-daratan yang rendah. Daratan tinggi membentuk pulau dan memisah daratan-daratan rendah. Saat itulah semenanjung Malaka berpisah dengan daratan lain dan membentuk Kepulauan Indonesia. Dampaknya adalah tiga kelompk Homo Sapiens, yaitu orang Negrito disekitar Irian dan Melanesia, ornag kaukasus di Indonesia Timur, Sulawesi dan Filipina, serta orang Mongoloid di uatara dan abrat laut Asia, berpisah satu dengan yang lain.

Baca juga:
Kebudayaan Tradisional Indonesia 
Situs Manusia Purba dan Penemuan Fosil di Indonesia

Dari deskripsi diatas kita bisa merekonstruksikan kehadiran suatu bangsa dengan merunut penggunaan bahasanya. Perkembangan suatu bahasa memang bias meliputi suatu kawasan yang sangat luas dan terjadi dalam kurun waktu yang lama. Dari studi kebahasaan ini, kita bias mengetahui dari mana sebuah bahasa berasal dank e arah mana bahasa it berkembang. Dari sinilah kita bisa mengetahui banga menjadi pemakai bahasa tersebut.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai Asal Usul Bangsa Melayu di Indonesia. Semoga bermanfaat dan terimakasih telah berkunjung.

2 komentar untuk "Asal Usul Bangsa Melayu di Indonesia"

Posting Komentar